Travel Malang Juanda

Naik Pesawat Pertama Kali dari Juanda: Panduan Lengkap untuk Pemula

Rasa gugup saat naik pesawat pertama kali dari Juanda hampir selalu datang dari hal yang sama: bukan hanya takut terbang, melainkan takut tidak tahu harus berbuat apa. Bingung harus antre di mana, khawatir salah pintu, ragu apakah tas boleh dibawa masuk, sampai panik ketika telinga terasa tersumbat saat pesawat mulai naik. Semuanya wajar, dan akan terasa jauh lebih mudah jika Anda sudah mengetahui urutannya lebih dulu.

Panduan ini menemani Anda dari titik nol—sejak tiket masih tersimpan di layar ponsel—hingga pesawat mendarat dan koper Anda diambil dari ban berjalan di bandara tujuan. Fokusnya pada cara naik pesawat pertama kali dari Bandara Internasional Juanda (SUB) Surabaya, termasuk bagi Anda yang berangkat dari Malang dan sekitarnya.

Urutannya disusun persis seperti yang akan Anda lalui di bandara, sehingga Anda tidak perlu menebak-nebak langkah berikutnya.

Gerbang masuk Terminal 1 Bandara Juanda

Catatan: Informasi operasional seperti jadwal check-in, prosedur keamanan, dan aturan bagasi dapat berubah. Untuk bagian-bagian tersebut, selalu jadikan informasi terbaru dari bandara dan maskapai sebagai acuan.

Cara Naik Pesawat Pertama Kali: 9 Tahap dari Rumah sampai Ambil Bagasi

Sebelum masuk ke detail, pahami dulu gambaran besarnya. Perjalanan Anda terdiri dari sembilan tahap yang berurutan. Dengan mengetahui alurnya sejak awal, Anda akan lebih mudah memahami apa yang harus dilakukan ketika tiba di bandara.

Tahap Yang Dilakukan
1Cek tiket, dokumen, dan barang bawaan
2Berangkat menuju Bandara Juanda
3Masuk terminal dan melewati Security Check
4Check-in dan menyerahkan bagasi
5Scanning boarding pass dan Security Check 2
6Mencari gate dan menunggu boarding
7Boarding dan masuk ke pesawat
8Mengikuti prosedur selama penerbangan
9Mendarat dan mengambil bagasi

Untuk penerbangan domestik, urutan resmi di Bandara Juanda mencakup pemeriksaan security di pintu masuk terminal, check-in, scanning atau tapping boarding pass, kemudian pemeriksaan Security 2 sebelum menuju ruang keberangkatan.

Tahap 1: Persiapan Sebelum Hari Keberangkatan

Sebelum berangkat ke Bandara Juanda, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda periksa terlebih dahulu. Persiapan sederhana ini bisa mencegah masalah ketika sudah berada di bandara.

Periksa Nama dan Data di Tiket

Begitu tiket terbit, periksa kembali nama penumpang, tanggal penerbangan, kota tujuan, nomor penerbangan, dan waktu keberangkatan.

Jika terdapat kesalahan data, segera hubungi maskapai atau tempat pembelian tiket untuk mengetahui prosedur perbaikannya. Jangan menunggu sampai hari keberangkatan.

Siapkan Dokumen Identitas

Untuk penerbangan domestik, siapkan tiket dan kartu identitas yang sesuai dengan ketentuan maskapai. Bandara Juanda mencantumkan tiket sesuai tanggal keberangkatan dan kartu identitas sebagai dokumen yang perlu disiapkan saat pemeriksaan security dan check-in.

Untuk penerbangan internasional, dokumen yang diperlukan berbeda dan dapat mencakup paspor serta visa atau dokumen perjalanan lain sesuai tujuan.

Bedakan Bagasi Kabin dan Bagasi Tercatat

Salah satu hal yang sering membingungkan penumpang pertama kali adalah perbedaan antara bagasi kabin dan bagasi tercatat.

Aspek Bagasi Kabin Bagasi Tercatat
Dibawa ke mana?Dibawa masuk ke kabin pesawatDiserahkan kepada petugas saat check-in
PenyimpananKompartemen atas atau area bawah kursi sesuai ketentuanRuang bagasi pesawat
Berat dan ukuranMengikuti ketentuan maskapaiMengikuti jatah bagasi pada tiket
Barang berhargaSebaiknya dibawa bersama AndaSebaiknya tidak dimasukkan
PowerbankMengikuti aturan maskapaiUmumnya tidak diperbolehkan

Untuk penerbangan domestik di Juanda, panduan keberangkatan bandara menyebut penumpang perlu melaporkan bagasi yang beratnya lebih dari 7 kg dan hanya diperkenankan membawa satu bagasi dengan berat kurang dari 7 kg ke kabin. Namun, ketentuan bagasi dapat mengikuti kebijakan masing-masing maskapai dan jenis tiket.

Karena itu, sebelum berangkat, periksa jatah bagasi pada tiket Anda.

Perhatikan Barang yang Dibawa

Jangan memasukkan barang secara asal ke dalam tas. Pemeriksaan keamanan di bandara dapat menemukan benda yang tidak diperbolehkan dibawa.

Bandara Juanda secara khusus menyebut beberapa contoh benda yang tidak diperkenankan, seperti pisau, pisau lipat, alat pemotong kuku, cutter, korek api, korek gas, dan benda tajam atau berbahaya lainnya.

Jika Anda tidak yakin apakah suatu barang boleh dibawa, tanyakan kepada staf maskapai sebelum check-in.

Bagaimana dengan Powerbank?

Powerbank memiliki aturan khusus dan sebaiknya tidak dimasukkan ke bagasi tercatat.

Sebagai contoh, Lion Air menyatakan powerbank hanya boleh dibawa sebagai bagasi kabin dan tidak boleh disimpan di bagasi tercatat. Untuk powerbank hingga 100 Wh atau sekitar 20.000 mAh, Lion Air memperbolehkannya tanpa persetujuan khusus; kapasitas di atas 100 Wh hingga 160 Wh memiliki persyaratan tertentu.

Maskapai lain umumnya menerapkan ketentuan serupa: powerbank dibawa di kabin, bukan di bagasi tercatat, dengan batas kapasitas dan jumlah yang dapat berbeda-beda.

Jadi, jangan menganggap aturan powerbank sama untuk semua maskapai. Periksa aturan maskapai yang tercantum pada tiket Anda sebelum berangkat.

Tahap 2: Berangkat dari Malang Menuju Juanda

Bagi Anda yang berangkat dari Malang, jangan hanya memperhitungkan durasi penerbangan. Perjalanan menuju Bandara Juanda juga membutuhkan waktu, sehingga penting menyediakan cadangan jika terjadi kemacetan atau keterlambatan di perjalanan.

Pengemudi Lintas Jagad Travel menerima koper penumpang di depan rumah saat penjemputan menuju Bandara Juanda

Jarak Malang–Juanda sekitar 90–100 km dan waktu tempuh dapat berbeda tergantung titik keberangkatan, kondisi lalu lintas, dan rute yang digunakan.

Untuk penerbangan pertama, sebaiknya jangan menghitung waktu dengan terlalu mepet. Sisakan waktu untuk:

  • perjalanan dari rumah menuju bandara;
  • kemungkinan kemacetan;
  • mencari terminal;
  • pemeriksaan keamanan;
  • check-in dan penyerahan bagasi;
  • mencari gate; dan
  • proses boarding.

Jika Anda tiba lebih awal, Anda masih punya waktu untuk mencari lokasi konter, bertanya kepada petugas, atau sekadar duduk menunggu tanpa terburu-buru.

Bila Anda memilih menyetir sendiri dan meninggalkan kendaraan di bandara, perhitungkan juga tarif parkir menginap di Bandara Juanda sejak awal.

Untuk penerbangan pertama, Anda mungkin ingin mempertimbangkan transportasi yang lebih praktis daripada menyetir sendiri. Selain perlu memperhitungkan tarif parkir menginap, perjalanan menuju bandara pada dini hari juga bisa terasa melelahkan, terutama jika harus mengemudi setelah kurang tidur. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah layanan antar-jemput Malang–Juanda yang menjemput dari rumah dan mengantar hingga area keberangkatan bandara.

Tahap 3: Tiba di Bandara Juanda dan Melewati Security Check

Sesampainya di Bandara Juanda, pastikan Anda menuju terminal yang sesuai dengan penerbangan. Karena informasi terminal dapat berubah mengikuti penerbangan dan kebijakan operasional, sebaiknya cek informasi terbaru sebelum berangkat. Untuk mengetahui pembagian dan informasi masing-masing terminal secara lebih lengkap, Anda bisa membaca panduan Terminal Bandara Juanda.

Security Check 1

Nah, ini bagian yang mungkin sedikit berbeda dari bayangan Anda.

Untuk penerbangan domestik, pemeriksaan security dilakukan sebelum proses check-in. Bandara Juanda mewajibkan penumpang melewati pintu pemeriksaan security untuk memasuki terminal keberangkatan.

Sebelum pemeriksaan, siapkan:

  • tiket sesuai tanggal keberangkatan;
  • kartu identitas; dan
  • barang bawaan.

Barang bawaan akan diperiksa menggunakan mesin X-ray dan penumpang melewati Walk Through Metal Detector (WTMD). Benda logam seperti handphone dan kunci sebaiknya dimasukkan ke dalam tas untuk membantu memperlancar proses pemeriksaan.

Jika diperlukan, petugas dapat melakukan pemeriksaan manual terhadap penumpang atau barang bawaan.

Tahap 4: Check-in dan Menyerahkan Bagasi

Setelah melewati pemeriksaan security pertama, lanjutkan ke proses check-in.

Cari konter maskapai Anda melalui layar informasi penerbangan atau petunjuk yang tersedia di terminal.

Petugas memasang label bagasi pada koper penumpang di konter check-in

Bandara Juanda menyebut meja check-in dibuka 2 jam sebelum waktu keberangkatan. Namun, batas akhir check-in dapat mengikuti ketentuan masing-masing maskapai.

Saat check-in, siapkan tiket dan kartu identitas.

Tergantung maskapai, check-in dapat dilakukan melalui:

  • website atau aplikasi maskapai;
  • mesin check-in mandiri jika tersedia; atau
  • konter check-in di bandara.

Rincian ketiga metode tersebut beserta hal yang perlu disiapkan pada masing-masing cara dibahas terpisah di panduan cara check-in di Bandara Juanda.

Jika Anda sudah melakukan check-in online tetapi membawa bagasi tercatat, Anda tetap perlu mengikuti prosedur penyerahan bagasi sesuai ketentuan maskapai.

Jika Membawa Bagasi Tercatat

Serahkan koper kepada petugas di konter atau area bag drop sesuai prosedur maskapai.

Koper akan ditimbang dan diberi label bagasi. Setelah itu, Anda akan menerima bukti atau baggage claim tag.

Simpan bukti tersebut sampai koper Anda benar-benar diterima di bandara tujuan.

Jangan memasukkan barang berharga seperti uang, dokumen penting, laptop, atau barang elektronik yang Anda perlukan ke bagasi tercatat tanpa memeriksa ketentuan maskapai.

Periksa Boarding Pass Sebelum Pergi

Setelah proses check-in selesai, periksa kembali boarding pass Anda.

Pastikan informasi seperti nama, nomor penerbangan, tujuan, waktu keberangkatan, gate, dan nomor kursi sudah sesuai.

Jika ada yang membingungkan, langsung tanyakan kepada petugas sebelum meninggalkan area check-in.

Tahap 5: Scanning Boarding Pass dan Security Check 2

Setelah check-in, Anda belum langsung masuk ke pesawat. Masih ada satu tahap keamanan lagi.

Bandara Juanda mencantumkan proses scanning atau tapping boarding pass, kemudian penumpang melewati Security Check 2.

Penumpang mengantre di mesin pemindai barang bawaan pada pemeriksaan keamanan bandara

Apa yang Harus Dilepas Saat Security Check 2?

Menurut panduan keberangkatan resmi Juanda, penumpang diminta melepaskan ikat pinggang, jam tangan, topi, jaket, kunci, dan koin, serta mengosongkan isi kantong celana atau baju.

Panduan keamanan Juanda juga meminta barang seperti cairan, aerosol, gel, perangkat elektronik, dan benda logam diletakkan pada tray untuk pemeriksaan, sementara barang bawaan diperiksa melalui X-ray.

Jadi, kalau pada tahap ini petugas meminta Anda melepas jaket atau mengeluarkan laptop dari tas, tidak perlu panik. Ikuti saja instruksi petugas.

Tahap 6: Cari Gate dan Tunggu Boarding

Setelah melewati Security Check 2, Anda akan masuk ke area keberangkatan. Sekarang waktunya mencari gate atau pintu keberangkatan.

Papan penunjuk Pintu 10 di koridor keberangkatan Bandara Juanda yang menuntun penumpang menuju ruang tunggu

Periksa boarding pass dan layar informasi penerbangan untuk mengetahui gate Anda. Jangan hanya melihat nomor gate sekali lalu melupakannya.

Informasi penerbangan dapat berubah, sehingga sebaiknya tetap memperhatikan layar informasi dan pengumuman di bandara. Situs resmi Juanda sendiri menampilkan status penerbangan seperti Scheduled, Check In Open, Boarding, Gate Close, dan Canceled.

Jika masih bingung, jangan ragu bertanya kepada petugas.

Tunggu di Dekat Gate

Setelah menemukan gate, sebaiknya tetap berada di area tersebut. Anda bisa menggunakan waktu tunggu untuk:

  • pergi ke toilet;
  • mengisi daya handphone;
  • membeli makanan atau minuman;
  • mengecek kembali barang bawaan; atau
  • sekadar duduk dan beristirahat.

Namun, jangan terlalu jauh meninggalkan gate karena proses boarding dapat dimulai sewaktu-waktu.

Bila waktu tunggu Anda masih panjang, Juanda juga menyimpan beberapa fasilitas yang jarang diketahui penumpang.

Tahap 7: Boarding dan Masuk ke Pesawat

Ketika pesawat siap diberangkatkan, petugas akan mengumumkan proses boarding. Siapkan boarding pass dan ikuti instruksi petugas.

Jangan panik jika penumpang tidak langsung masuk secara bersamaan. Boarding dapat dilakukan secara bertahap sesuai pengaturan maskapai dan kondisi penerbangan.

Menuju Pesawat

Setelah boarding pass diperiksa atau dipindai, Anda akan diarahkan menuju pesawat. Ada dua kemungkinan yang bisa Anda temui.

Garbarata. Garbarata adalah lorong yang menghubungkan terminal langsung dengan pintu pesawat.

Bus atau berjalan menuju pesawat. Dalam kondisi tertentu, penumpang dapat diarahkan melalui area apron dan kemudian naik ke pesawat menggunakan tangga atau bus.

Pesawat Garuda Indonesia dan Citilink terparkir di garbarata Bandara Juanda

Keduanya normal. Jadi, kalau Anda tidak masuk pesawat melalui garbarata, bukan berarti Anda salah arah.

Cari Kursi Anda

Setelah masuk ke kabin, cari nomor kursi yang tertera pada boarding pass.

Nomor kursi biasanya terdiri dari angka dan huruf. Angka menunjukkan baris, sedangkan huruf menunjukkan posisi kursi.

Konfigurasi kursi dapat berbeda menurut jenis pesawat, jadi gunakan penanda nomor kursi di kabin sebagai panduan. Jika masih bingung, tanyakan kepada awak kabin.

Setelah menemukan kursi:

  1. Letakkan tas kabin di kompartemen atas jika ukurannya sesuai.
  2. Barang kecil yang diperlukan selama penerbangan dapat diletakkan di bawah kursi depan sesuai ketentuan.
  3. Duduk di kursi Anda.
  4. Pasang sabuk pengaman.
  5. Perhatikan instruksi keselamatan dari awak kabin.

Tahap 8: Apa yang Terjadi di Dalam Pesawat?

Bagi penumpang yang baru pertama kali naik pesawat, bagian ini biasanya menjadi salah satu yang paling membuat penasaran.

Apa yang akan terasa ketika pesawat lepas landas? Kenapa telinga seperti tersumbat? Bagaimana kalau pesawat berguncang? Berikut beberapa hal yang mungkin Anda alami.

Saat Pesawat Lepas Landas

Ketika pesawat mulai bergerak cepat di landasan, Anda mungkin merasakan tubuh terdorong ke belakang. Setelah pesawat mulai naik, telinga juga dapat terasa penuh atau tersumbat karena perubahan tekanan udara.

Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, Anda bisa:

  • menelan ludah;
  • menguap;
  • mengunyah permen; atau
  • minum sedikit air.

Jika rasa tidak nyaman terasa berlebihan atau tidak kunjung membaik, Anda dapat memberi tahu awak kabin.

Jangan Panik Saat Turbulensi

Turbulensi dapat membuat pesawat terasa berguncang. Sensasinya mungkin cukup mengejutkan bagi penumpang pertama kali.

Jika mengalaminya, tetap duduk dan pastikan sabuk pengaman terpasang. Ikuti instruksi awak kabin dan hindari berdiri atau berjalan di kabin ketika kondisi tidak memungkinkan.

Kenali Fasilitas di Kursi

Di sekitar kursi biasanya terdapat beberapa fasilitas yang perlu Anda kenali, seperti:

  • meja lipat;
  • kantong di belakang kursi;
  • kartu keselamatan;
  • tombol pemanggil awak kabin; dan
  • pengatur pendingin udara, tergantung jenis pesawat.

Perhatikan juga demonstrasi keselamatan yang diberikan awak kabin sebelum pesawat lepas landas.

Etika Dasar di Dalam Kabin

Beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan selama penerbangan:

  • ikuti aturan penggunaan perangkat elektronik dari maskapai;
  • jangan menurunkan sandaran kursi secara tiba-tiba;
  • gunakan toilet saat diperbolehkan;
  • tetap duduk ketika tanda sabuk pengaman menyala; dan
  • jangan ragu meminta bantuan awak kabin jika membutuhkan sesuatu.

Jika membawa powerbank, ikuti ketentuan maskapai. Maskapai di Indonesia umumnya melarang powerbank dimasukkan ke bagasi tercatat dan membatasi penggunaannya selama penerbangan.

Bila Anda terbang bersama anak kecil, kebutuhannya berbeda lagi dan kami bahas terpisah di panduan terbang bersama anak dan balita.

Tahap 9: Mendarat dan Mengambil Bagasi

Setelah pesawat mendarat, jangan langsung berdiri ketika roda menyentuh landasan. Pesawat masih harus menuju area parkir.

Tunggu sampai pesawat berhenti dan tanda sabuk pengaman sudah dimatikan.

Setelah itu, ambil barang bawaan Anda dan ikuti petunjuk menuju area kedatangan. Jika memiliki bagasi tercatat, ikuti petunjuk menuju baggage claim atau area pengambilan bagasi.

Cara Mengambil Koper di Baggage Claim

Menurut panduan kedatangan domestik Bandara Juanda, setelah tiba di terminal kedatangan, penumpang perlu mengikuti petunjuk menuju area pengambilan bagasi dan memeriksa layar informasi untuk mengetahui conveyor belt sesuai penerbangannya.

Urutannya sederhana:

  1. Ikuti petunjuk menuju Baggage Claim.
  2. Periksa layar informasi penerbangan.
  3. Cari nomor conveyor atau ban berjalan yang digunakan penerbangan Anda.
  4. Tunggu koper keluar.
  5. Cocokkan koper dengan baggage claim tag atau tanda pengenal koper Anda.

Jangan langsung mengambil koper hanya berdasarkan warna atau bentuk karena koper penumpang lain bisa terlihat sangat mirip.

Bagaimana Jika Koper Tidak Ditemukan?

Jika koper Anda tidak muncul di conveyor belt atau mengalami masalah, jangan langsung meninggalkan area baggage claim.

Bandara Juanda mengarahkan penumpang yang kehilangan bagasi untuk menghubungi staf maskapai di konter Lost and Found.

Simpan baggage claim tag yang diberikan saat check-in karena informasi tersebut dapat diperlukan saat melaporkan masalah bagasi.

Setelah koper ditemukan dan tidak ada masalah dengan barang bawaan, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju area keluar terminal.

Istilah Bandara yang Perlu Diketahui Penumpang Pemula

Jika Anda baru pertama kali naik pesawat, beberapa istilah di bandara mungkin terdengar asing.

Istilah Artinya
Boarding passDokumen atau kartu yang digunakan untuk masuk ke pesawat
GatePintu atau area keberangkatan menuju pesawat
Security CheckPemeriksaan keamanan sebelum masuk ke area tertentu di bandara
ApronArea tempat pesawat berada atau parkir
GarbarataLorong penghubung terminal dengan pintu pesawat
Baggage claimArea pengambilan bagasi setelah mendarat
TransitBerhenti di bandara tertentu sebelum melanjutkan perjalanan
TransferBerpindah penerbangan atau pesawat
DelayPenerbangan mengalami keterlambatan
Last CallPanggilan terakhir bagi penumpang untuk segera menuju proses boarding

Kesalahan yang Sering Dilakukan Penumpang Pertama Kali

Agar perjalanan pertama Anda lebih lancar, hindari beberapa kesalahan berikut.

1. Datang Terlalu Mepet

Jangan hanya menghitung waktu dari rumah ke bandara. Sisakan waktu untuk pemeriksaan keamanan, check-in, penyerahan bagasi, dan mencari gate.

Untuk penerbangan domestik, Bandara Juanda menyebut konter check-in dibuka 2 jam sebelum keberangkatan.

2. Salah Mengira Proses Security Hanya Sekali

Di Juanda, proses keberangkatan domestik mencakup pemeriksaan security sebelum check-in dan Security Check 2 setelah scanning atau tapping boarding pass.

Jadi, jangan kaget jika Anda harus melewati pemeriksaan keamanan lagi setelah check-in.

3. Membawa Barang yang Dilarang

Periksa isi tas sebelum berangkat. Bandara Juanda melarang sejumlah benda tajam dan barang berbahaya dibawa melalui pemeriksaan keamanan.

Jika ragu, tanyakan kepada maskapai sebelum check-in.

4. Memasukkan Powerbank ke Bagasi Tercatat

Jangan memasukkan powerbank ke koper yang akan diserahkan sebagai bagasi tercatat.

Powerbank harus dibawa di kabin, dengan ketentuan kapasitas dan penyimpanan yang berlaku pada masing-masing maskapai.

5. Tidak Mengecek Gate Lagi

Jangan hanya mengandalkan informasi gate yang Anda lihat pertama kali. Pantau layar informasi dan pengumuman karena status penerbangan dapat berubah. Situs resmi Juanda bahkan menampilkan status seperti Boarding dan Gate Close.

6. Membuang Baggage Claim Tag

Simpan bukti bagasi sampai Anda mendapatkan koper di bandara tujuan.

7. Panik Saat Pesawat Berguncang

Turbulensi dapat terasa menegangkan, terutama pada penerbangan pertama. Tetap duduk, gunakan sabuk pengaman, dan ikuti instruksi awak kabin.

Pertanyaan Umum tentang Naik Pesawat Pertama Kali

Berapa jam sebelum terbang harus tiba di Bandara Juanda?

Untuk penerbangan domestik, Bandara Juanda menyebut meja check-in dibuka 2 jam sebelum waktu keberangkatan. Untuk penumpang pertama kali, datang lebih awal dapat memberikan waktu tambahan untuk melewati security, check-in, dan mencari gate.

Untuk penerbangan internasional, prosesnya berbeda karena terdapat pemeriksaan dokumen dan imigrasi. Ikuti waktu check-in yang ditentukan maskapai.

Apakah penerbangan pertama kali perlu didampingi?

Tidak wajib. Anda tetap bisa melakukan seluruh proses sendiri karena terdapat petunjuk dan petugas yang dapat ditanya jika Anda mengalami kesulitan.

Yang paling membantu adalah mengetahui urutannya terlebih dahulu: security → check-in → scanning boarding pass → Security Check 2 → gate → boarding.

Kenapa telinga terasa sakit atau tersumbat saat naik pesawat?

Telinga dapat terasa penuh atau tersumbat ketika terjadi perubahan tekanan udara selama pesawat naik atau turun.

Anda bisa mencoba menelan ludah, menguap, mengunyah permen, atau minum sedikit air untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Apakah turbulensi berbahaya?

Turbulensi merupakan kondisi yang dapat menyebabkan pesawat terasa berguncang. Jika mengalaminya, tetap duduk dan gunakan sabuk pengaman.

Ikuti instruksi awak kabin dan jangan panik ketika pesawat terasa bergerak atau berguncang.

Bolehkah membawa powerbank ke dalam pesawat?

Boleh, tetapi aturan kapasitas dan penyimpanannya mengikuti ketentuan maskapai.

Sebagai contoh, Lion Air memperbolehkan powerbank hingga 100 Wh atau sekitar 20.000 mAh tanpa persetujuan khusus dan melarang penyimpanannya di bagasi tercatat. Untuk kapasitas lebih dari 100 Wh hingga 160 Wh, terdapat persyaratan tambahan.

Maskapai lain menerapkan ketentuan serupa dengan batas kapasitas dan jumlah yang berbeda-beda, dan umumnya melarang penggunaannya selama penerbangan.

Karena aturan maskapai dapat berbeda, periksa ketentuan maskapai Anda sebelum berangkat.

Bagaimana kalau penerbangan mengalami delay?

Pantau layar informasi penerbangan dan dengarkan pengumuman di ruang tunggu. Anda juga dapat memeriksa informasi melalui kanal resmi maskapai.

Jangan meninggalkan area gate terlalu jauh sampai mendapatkan informasi terbaru mengenai penerbangan Anda.

Apakah penumpang mendapat makanan di pesawat?

Tergantung maskapai, jenis tiket, dan durasi penerbangan. Ada penerbangan yang menyediakan makanan atau minuman, sementara pada penerbangan tertentu makanan dan minuman dapat dibeli secara terpisah.

Jika Anda mudah lapar, sebaiknya makan terlebih dahulu sebelum boarding.

Lebih baik memilih kursi jendela atau kursi lorong?

Keduanya memiliki kelebihan. Kursi jendela cocok jika Anda ingin melihat pemandangan dan tidak terlalu sering berdiri. Kursi lorong lebih mudah diakses jika Anda ingin pergi ke toilet atau mengambil barang.

Untuk penerbangan pertama, pilih posisi yang paling membuat Anda nyaman.

Bagaimana kalau saya takut terbang?

Rasa takut atau gugup sebelum penerbangan pertama merupakan hal yang wajar.

Anda bisa memberi tahu awak kabin bahwa ini adalah penerbangan pertama Anda. Selama penerbangan, tarik napas perlahan, tetap gunakan sabuk pengaman, dan fokus mengikuti instruksi awak kabin.

Naik Pesawat Pertama Kali dari Juanda? Tidak Perlu Bingung

Naik pesawat untuk pertama kali mungkin terlihat rumit karena ada banyak tahapan dan istilah yang belum familiar. Namun setelah mengetahui urutannya, prosesnya sebenarnya cukup sederhana.

Anda hanya perlu mengingat alurnya:

Siapkan dokumen → berangkat ke Juanda → Security Check → check-in → serahkan bagasi → scanning boarding pass → Security Check 2 → cari gate → boarding → duduk di pesawat → terbang → mendarat → ambil bagasi.

Jika Anda bingung di salah satu tahap, jangan takut untuk bertanya kepada petugas bandara atau awak kabin. Anda tidak perlu merasa malu karena setiap penumpang pasti pernah menjadi penumpang pertama kali.

Berangkat ke Juanda dari Malang?

Jika Anda berasal dari Malang dan membutuhkan transportasi menuju Bandara Juanda, Anda dapat memilih layanan antar-jemput Lintas Jagad Travel agar perjalanan menuju bandara lebih praktis.

Dengan perjalanan ke bandara yang sudah dipersiapkan sejak awal, Anda bisa lebih fokus pada penerbangan pertama tanpa harus terlalu khawatir mencari rute menuju bandara.

Pesan Via WhatsApp

Tinggalkan komentar