Travel Malang Juanda

Wisata Hari Pahlawan di Surabaya: 4 Tempat Jejak Perjuangan

Foto udara Tugu Pahlawan Surabaya dan taman di sekelilingnya, tujuan wisata Hari Pahlawan

Wisata Hari Pahlawan di Surabaya paling pas dimulai dari Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember, lalu berlanjut ke Hotel Majapahit dan Monumen Bambu Runcing. Keempatnya berada di pusat kota dan bisa dikunjungi dalam setengah hari. Menjelang 10 November, rute ini membantu Anda melihat peristiwa 1945 langsung dari tempatnya.

Ringkasan cepat:

  • Tugu Pahlawan: monumen setinggi 41,15 meter, diresmikan Presiden Soekarno pada 10 November 1952.
  • Museum Sepuluh Nopember: berada di bawah tanah kompleks Tugu Pahlawan, menyimpan radio dan rekaman pidato Bung Tomo.
  • Hotel Majapahit: lokasi perobekan bendera pada 19 September 1945.
  • Monumen Bambu Runcing: lima pilar bambu di Jalan Panglima Sudirman.

Kenapa Hari Pahlawan Identik dengan Surabaya?

Hari Pahlawan identik dengan Surabaya karena tanggal 10 November merujuk pada pertempuran besar di kota ini pada 1945. Ketegangannya sudah terbangun sejak September, dan sebagian lokasinya masih bisa Anda datangi hari ini.

TanggalPeristiwaLokasi
19 September 1945Bagian biru bendera Belanda dirobek, menyisakan merah putihHotel Yamato, kini Hotel Majapahit
30 Oktober 1945Brigadir Jenderal Mallaby tewas, memicu ultimatum InggrisSekitar Jembatan Merah
10 November 1945Pertempuran SurabayaBerbagai titik di Surabaya

Kisah peristiwa 30 Oktober dan suasana sekitarnya bisa Anda telusuri lewat wisata Kota Lama Surabaya. Berikut ini tempat lain yang melengkapinya.

4 Tempat Wisata Hari Pahlawan di Surabaya

Keempat tempat berikut mewakili sisi berbeda dari peristiwa 1945, mulai dari monumen, koleksi museum, sampai bangunan tempat kejadian. Urutannya disusun dari arah utara ke selatan agar mudah ditempuh sekali jalan.

1. Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan adalah monumen berbentuk paku terbalik setinggi 41,15 meter di Jalan Pahlawan. Presiden Soekarno meresmikannya pada 10 November 1952, tujuh tahun setelah pertempuran. Kawasan ini juga menjadi titik awal Parade Surabaya Juang pada 2024 dan 2025, yang berakhir di Balai Pemuda.

2. Museum Sepuluh Nopember

Museum Sepuluh Nopember berada di bawah tanah kompleks Tugu Pahlawan, sehingga tidak mengganggu pemandangan monumen. Koleksi pentingnya meliputi radio dan buku harian Bung Tomo, rekaman asli pidatonya, senjata dari masa pertempuran, foto dokumentasi, dan seragam tentara.

Sediakan waktu lebih lama di sini bila Anda datang bersama anak. Informasi jam buka dan harga tiket yang beredar tidak seragam, jadi pastikan lewat laman pemesanan tiketwisata.surabaya.go.id sebelum berangkat.

3. Hotel Majapahit

Hotel Majapahit berdiri di Jalan Tunjungan No. 65, dan pada 1945 bernama Hotel Yamato. Pada 18 September 1945, W.V.Ch. Ploegman dan anak buahnya mengibarkan bendera Belanda di tiang hotel. Keesokan harinya, perundingan dengan Residen Soedirman gagal, lalu massa mengepung hotel dan bagian biru bendera itu dirobek.

Kartu pos Oranje Hotel di Surabaya tahun 1937, bangunan yang kini bernama Hotel Majapahit

Fasad bangunannya bisa Anda lihat sambil berjalan di kawasan Tunjungan, jadi tempat ini mudah disisipkan di antara dua tujuan lainnya.

Tampak depan Hotel Majapahit Surabaya pada malam hari dengan lampu taman menyala

4. Monumen Bambu Runcing

Monumen Bambu Runcing berada di Jalan Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng. Lima pilarnya menggambarkan bambu yang diruncingkan, senjata rakyat pada masa revolusi. Monumen ini paling cocok jadi perhentian singkat untuk berfoto di akhir rute.

Rute Setengah Hari Wisata Hari Pahlawan

Rute paling praktis dimulai pagi hari di Tugu Pahlawan, karena museum dan monumennya menyita waktu paling lama. Tahun ini, 10 November jatuh pada hari Selasa, sehingga akhir pekan sebelumnya bisa jadi pilihan bila Anda tidak mengambil cuti.

  1. Tugu Pahlawan: berkeliling kompleks dan berfoto di monumen.
  2. Museum Sepuluh Nopember: melihat koleksi perjuangan dan peninggalan Bung Tomo.
  3. Hotel Majapahit: singgah di kawasan Tunjungan, sekalian mencari makan siang.
  4. Monumen Bambu Runcing: penutup sebelum melanjutkan perjalanan.

Bila hanya punya waktu transit, rute singkatnya ada di itinerary transit Surabaya. Untuk mengisi hari kedua, lihat pilihan lain di wisata Surabaya.

Dari Malang ke Pusat Kota Surabaya

Rencana sehari dari Malang lebih longgar bila Anda tidak perlu menyetir dan mencari parkir di pusat kota. Lintas Jagad Travel melayani rute Malang-Surabaya Kota dengan tarif Rp170.000 per orang, dan Rp190.000 dari Batu Kota, sudah termasuk tol.

Penjemputannya dari depan rumah, dan keberangkatan dari Malang tersedia setiap 2 jam mulai pukul 01.00 sampai 15.00. Pilih jam berangkat lewat jadwal keberangkatan, lalu sampaikan tujuan Anda kepada admin saat memesan.

Kesimpulan

Wisata Hari Pahlawan di Surabaya bisa diselesaikan dalam setengah hari lewat Tugu Pahlawan, Museum Sepuluh Nopember, Hotel Majapahit, dan Monumen Bambu Runcing. Mulailah dari kompleks Tugu Pahlawan pada pagi hari, karena di sanalah koleksi utamanya berada. Bila berangkat dari Malang, atur jadwal jemput lebih dulu agar waktu di Surabaya cukup.

Mau ke Tugu Pahlawan dari Malang atau Batu? Kirim alamat jemput, tanggal, dan jumlah penumpang, lalu admin akan mencarikan jadwal yang pas.

Hubungi Admin lewat WhatsApp 0821-5111-5457