Minuman hangat khas Malang paling pas dinikmati saat hujan turun atau udara malam mulai terasa dingin. Tiga yang paling melekat dengan kota ini adalah angsle berkuah santan, wedang ronde berkuah jahe, dan tahwa. Berikut beda ketiganya, isi tiap mangkuk, dan warung legendaris tempat mencicipinya di pusat Kota Malang.
Ringkasan cepat:
- Angsle: kuah santan beraroma pandan, berisi petulo, ketan, kacang hijau, kacang tanah sangrai, dan roti.
- Wedang ronde: bola ketan berisi kacang dan gula merah dalam kuah jahe.
- Tahwa: kembang tahu lembut yang disiram kuah jahe manis.
- Warung legendaris: Ronde Titoni sejak 1948, Angsle & Ronde Akor, dan Tahwa Mas Agus sejak 1998, semuanya di Kecamatan Klojen.
Apa Itu Angsle, Minuman Hangat Khas Malang?
Angsle adalah wedang khas Malang berkuah santan yang dimasak dengan daun pandan dan vanili. Isinya beragam: roti, kacang tanah sangrai, kacang hijau rebus, ketan putih, petulo, dan tape singkong. Satu mangkuk angsle terasa manis, gurih, dan mengenyangkan.
Petulo adalah isian yang paling khas. Bentuknya seperti untaian mi tipis yang dibuat dari tepung beras dan tepung tapioka atau sagu. Isian inilah yang membedakan angsle dari sekoteng, minuman hangat lain yang sering dijual di gerobak yang sama.
Kapan angsle pertama kali muncul belum diketahui dengan pasti. Dukut Imam Widodo, penulis buku sejarah Malang tempo dulu, menyebut minuman ini sudah ada sejak zaman dulu, dan paling nikmat diseruput saat udara malam Malang terasa dingin. Meski disebut wedang, kuah angsle aslinya tidak memakai jahe, walaupun sebagian penjual kini menambahkannya.
Wedang Ronde, Pasangan Setia Angsle
Wedang ronde adalah bola-bola ketan berisi kacang tanah dan gula merah yang disajikan dalam kuah jahe hangat. Ronde berasal dari budaya Tionghoa, lalu menyatu dengan selera lokal di Jawa Timur. Di Malang, penjual angsle umumnya juga menyediakan ronde, sehingga keduanya bisa dipesan sekaligus.
Kalau angsle terasa gurih karena santan, ronde terasa pedas hangat karena jahe. Pilih ronde bila Anda ingin badan cepat terasa hangat, dan pilih angsle bila ingin yang lebih mengenyangkan.
Tahwa, Kembang Tahu Berkuah Jahe
Tahwa adalah kembang tahu yang sangat lembut, disajikan dengan kuah jahe yang manis dan hangat. Hidangan ini memadukan budaya Tionghoa dengan cita rasa Jawa, dan teksturnya yang lumer cocok untuk Anda yang ingin minuman hangat yang tidak terlalu berat.
Angsle, Ronde, atau Tahwa?
Ketiganya sama-sama menghangatkan, tetapi rasanya berbeda jauh. Tabel berikut membantu Anda memilih:
| Minuman | Kuah | Isian utama | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Angsle | Santan, pandan, vanili | Petulo, ketan, kacang hijau, kacang tanah, roti, tape singkong | Yang ingin manis, gurih, dan mengenyangkan |
| Wedang ronde | Jahe | Bola ketan berisi kacang dan gula merah | Yang ingin badan cepat terasa hangat |
| Tahwa | Jahe manis | Kembang tahu lembut | Yang ingin hangat tapi ringan |
Tempat Legendaris Minuman Hangat di Malang
Ketiga warung berikut berada di Kecamatan Klojen, pusat Kota Malang, sehingga mudah dijangkau dari hotel di sekitar alun-alun. Jam buka dan harganya bisa berubah, jadi pastikan lebih dulu sebelum berangkat, terutama bila datang di akhir pekan.
1. Ronde Titoni
Ronde Titoni adalah warung ronde paling legendaris di Malang, yang sudah berjualan sejak 1948. Lokasinya di Jalan Zainul Arifin No. 17, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen. Warung ini buka malam hari mulai pukul 18.00.
Pilihan menunya lebih banyak dari sekadar ronde: ada ronde basah berkuah jahe, ronde kering, ronde campur, angsle, kacang kuah, roti goreng, dan cakwe. Sekarang Ronde Titoni juga punya beberapa cabang di Malang.
2. Angsle & Ronde Akor
Angsle & Ronde Akor berada di Jalan Sempu No. 10, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen. Warung ini fokus pada dua menu saja, yaitu angsle dan ronde, sehingga cocok bila Anda ingin membandingkan keduanya dalam satu kunjungan.
3. Tahwa Mas Agus
Tahwa Mas Agus berjualan sejak 1998 di Jalan Aries Munandar No. 20, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen.
Bila masih lapar setelah minum yang hangat-hangat, daftar bakso Malang legendaris dan tempat makan 24 jam di Malang bisa jadi tujuan berikutnya.
Malam Terakhir di Malang Sebelum Terbang
Bagi tamu dari luar kota, semangkuk angsle atau ronde sering jadi penutup malam terakhir di Malang. Kalau penerbangan Anda keesokan harinya pagi sekali, atur jam pulang dari warung, karena jemputan untuk penerbangan pagi bisa dimulai dini hari.
Untuk perjalanan ke Bandara Juanda, Lintas Jagad Travel menjemput langsung dari hotel atau rumah di Klojen dan sekitarnya. Keberangkatan dari Malang tersedia setiap dua jam mulai pukul 01.00, dan penjemputan pukul 01.00 disiapkan untuk penerbangan sekitar pukul 05.00 sampai 05.30. Cocokkan jam terbang Anda dengan jadwal keberangkatan ke Juanda, atau lihat rincian wilayahnya di halaman travel Klojen Juanda.
Di musim hujan, sisakan waktu lebih untuk perjalanan sekitar 2 jam lewat tol itu. Titik-titik yang sering melambat saat hujan bisa Anda lihat di catatan perjalanan Malang-Juanda saat musim hujan.
Kesimpulan
Angsle, wedang ronde, dan tahwa adalah minuman hangat khas Malang yang paling cocok menemani malam berhujan. Angsle menawarkan kuah santan yang gurih dan mengenyangkan, ronde memberi hangat jahe yang cepat terasa, sedangkan tahwa lebih ringan dan lembut. Untuk mencicipi versi legendarisnya, datangi Ronde Titoni, Angsle & Ronde Akor, atau Tahwa Mas Agus di Klojen, dan pastikan jam bukanya lebih dulu.
Menginap di Malang dan terbang dari Juanda besok? Kirim alamat penginapan, jam penerbangan, dan jumlah penumpang, lalu admin akan mencarikan jadwal jemput yang pas.
Hubungi Admin lewat WhatsApp 0821-5111-5457