Demam muncul dua hari sebelum jadwal terbang, sementara tiket sudah dibayar dan jemputan ke Juanda sudah dipesan. Keputusan soal flu sebelum naik pesawat sebaiknya Anda ambil berdasarkan kondisi tubuh, bukan rasa sayang pada tiket. Gejala hari ini, sisa waktu sebelum terbang, dan aturan pengembalian tiket yang akan menentukan apakah Anda sebaiknya berangkat, menunda, atau mengubah jadwal.
- Kementerian Kesehatan tidak membatasi perjalanan karena flu. Keputusan berangkat atau menunda ada di tangan Anda.
- Patokan aman untuk berangkat: sudah 24 jam tanpa demam tanpa bantuan obat penurun panas, dan gejala membaik.
- Hidung tersumbat berat bisa membuat telinga dan sinus nyeri saat pesawat naik dan turun.
- Batal lebih awal, uang kembali lebih besar. Menurut PM 185 Tahun 2015, pembatalan lebih dari 72 jam sebelum terbang mendapat minimal 75% tarif dasar.
- Jemputan travel Lintas Jagad Travel bisa dibatalkan gratis paling lambat 8 jam sebelum jadwal, atau diubah pada H-1 tanpa biaya.
Bolehkah Naik Pesawat Saat Flu?
Boleh, karena pemerintah tidak membatasi perjalanan bagi penderita flu. Masalahnya ada pada kondisi Anda sendiri: demam membuat perjalanan panjang terasa berat, hidung tersumbat membuat telinga nyeri di kabin, dan pada tiga hari pertama sakit, Anda paling mudah menularkan virus ke orang di sekitar.
Kementerian Kesehatan, dalam rilis 20 Januari 2026 tentang influenza A(H3N2) subclade K, tidak mengeluarkan pembatasan perjalanan. Imbauannya tetap sama: jaga perilaku hidup bersih dan sehat, pakai masker saat sakit, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan bila gejalanya berat.
Panduan perjalanan udara dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat lebih tegas. CDC menyarankan penderita infeksi saluran napas akut menunda perjalanan sampai tidak lagi dianggap menular. Jadi, pertanyaan yang lebih tepat adalah seberapa berat gejala Anda hari ini.
Berangkat atau Tunda? Cocokkan dengan Gejala Anda
Tentukan keputusan dari tiga hal: ada tidaknya demam, seberapa parah hidung tersumbat, dan apakah ada tanda bahaya. Cocokkan kondisi Anda pada H-2 atau H-1, saat masih ada waktu untuk mengubah jadwal tanpa kehilangan banyak uang.
| Kondisi Anda | Saran |
|---|---|
| Sudah 24 jam tanpa demam (tanpa obat penurun panas), sisa batuk atau pilek ringan | Umumnya aman berangkat. Pakai masker dan siapkan perlengkapan perjalanan. |
| Masih demam, badan pegal, atau baru hari pertama sampai ketiga sakit | Pertimbangkan menunda. Ini masa paling menular dan paling melelahkan. |
| Hidung tersumbat berat, telinga sudah terasa penuh, atau nyeri di sekitar wajah | Pertimbangkan menunda, atau tanyakan dulu ke dokter atau apoteker soal obat pelega hidung. |
| Sesak napas, nyeri dada, demam tinggi yang tidak turun, atau sangat lemas | Jangan berangkat. Segera periksa ke fasilitas kesehatan. |
Patokan 24 jam tanpa demam berasal dari CDC: penderita flu bisa kembali beraktivitas bila selama minimal 24 jam gejalanya membaik dan tidak demam tanpa obat penurun panas. Catatan tambahan untuk lansia, ibu hamil, balita, dan pemilik penyakit penyerta: kelompok ini lebih rentan, jadi ambang untuk menunda sebaiknya lebih rendah.
Contohnya, penerbangan Anda Minggu pukul 06.00 dan gejala flu berupa demam muncul Jumat malam. Kalau Sabtu siang suhu tubuh masih naik turun, keputusan menunda sebaiknya diambil Sabtu itu juga.
Menunggu sampai Minggu dini hari berarti potongan tiket lebih besar dan jemputan sudah telanjur berangkat.
Kenapa Hidung Tersumbat Jadi Masalah di Pesawat?
Hidung tersumbat menghambat saluran yang menyeimbangkan tekanan di telinga tengah dan sinus. Saat tekanan kabin berubah ketika pesawat naik dan terutama ketika turun, udara di dalam telinga dan sinus tidak bisa menyesuaikan diri. Akibatnya muncul nyeri tajam, telinga berdenging, atau pendengaran berkurang untuk sementara.
Kondisi ini disebut barotrauma, yaitu cedera akibat perbedaan tekanan udara. Pada orang sehat, sensasi telinga penuh biasanya hilang dengan menelan atau menguap, seperti yang kami jelaskan di panduan naik pesawat pertama kali dari Juanda. Saat pilek berat, cara itu sering tidak cukup.
CDC Yellow Book menyebut penumpang dengan infeksi telinga, hidung, dan sinus atau hidung tersumbat berat bisa memilih menunda penerbangan, atau memakai dekongestan oral maupun semprot hidung untuk meredakan gejala. Pemilihan obat dan waktu pakainya sebaiknya Anda tanyakan ke dokter atau apoteker, terutama bila Anda punya hipertensi atau sedang hamil.
Berapa Uang Tiket yang Kembali Kalau Anda Batal?
Makin awal Anda membatalkan, makin besar uang yang kembali. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015, Pasal 10, menetapkan pengembalian minimal dari tarif dasar tiket kelas ekonomi domestik berdasarkan jarak waktu pembatalan ke jam keberangkatan. Peraturan itu tidak memberi pengecualian khusus untuk penumpang yang sakit.
| Dibatalkan sebelum terbang | Pengembalian minimal dari tarif dasar |
|---|---|
| Lebih dari 72 jam | 75% |
| 48 sampai 72 jam | 50% |
| 24 sampai 48 jam | 40% |
| 12 sampai 24 jam | 30% |
| 4 sampai 12 jam | 20% |
| Kurang dari 4 jam | 10% |
Perhatikan istilah tarif dasar. Angka ini bukan total yang Anda bayar, karena harga tiket masih memuat pajak, iuran wajib, dan biaya lain. Pada contoh demam Jumat malam tadi, membatalkan Sabtu siang (sekitar 18 jam sebelum terbang) masuk rentang 12 sampai 24 jam, sehingga pengembalian minimalnya 30%.
Persentase di atas adalah batas bawah dari peraturan. Kebijakan dan syarat pengajuan tiap maskapai bisa berbeda, jadi cek ketentuan terbaru di aplikasi atau situs maskapai Anda sebelum memutuskan.
Refund atau ubah jadwal, mana yang lebih masuk akal?
Kalau perjalanan Anda tetap harus terjadi, misalnya pulang kampung atau kembali bekerja, mengubah jadwal sering lebih hemat daripada refund. Biaya perubahan jadwal dan selisih harga tiket berbeda di tiap maskapai. Bandingkan keduanya di aplikasi maskapai sebelum memilih.
Pembatalan karena Anda sakit berbeda dengan pembatalan oleh maskapai. Bila penerbangan Anda yang dibatalkan atau tertunda lama, hak Anda jauh lebih besar, seperti yang kami bahas di panduan hak penumpang saat pesawat delay di Juanda.
Flu Sebelum Naik Pesawat tapi Tetap Berangkat? Siapkan Ini
Bila gejala flu Anda sudah ringan dan Anda memutuskan tetap naik pesawat, persiapannya dimulai sejak di rumah. Tujuannya dua: menjaga badan tetap kuat selama perjalanan panjang dari pintu rumah sampai kota tujuan, dan mengurangi risiko menularkan ke orang lain.
- Bawa masker lebih dari satu. Masker lembap karena napas atau bersin tidak lagi efektif, jadi siapkan cadangan untuk perjalanan darat, ruang tunggu, dan kabin.
- Siapkan tisu dan kantong plastik kecil untuk tisu bekas, supaya tidak menumpuk di saku kursi.
- Taruh obat rutin di tas kabin, bukan di koper. Obat cair seperti sirup batuk tetap mengikuti batas cairan kabin; ketentuannya ada di aturan membawa cairan ke kabin pesawat.
- Minum air lebih sering. Demam dan udara kabin yang kering sama-sama menguras cairan tubuh. Caranya ada di tips menghindari dehidrasi saat traveling.
- Check-in online lebih dulu agar tidak perlu lama mengantre di bandara. Langkahnya ada di cara check-in di Bandara Juanda.
- Bawa jaket tipis. Mobil ber-AC dan kabin pesawat sering terasa dingin bagi orang yang sedang tidak fit.
- Simpan nomor keluarga di tujuan dan kabari mereka bahwa Anda sedang kurang sehat, supaya penjemputan di kota tujuan bisa disesuaikan.
Etika di mobil travel dan kabin pesawat
Di travel reguler, Anda berbagi mobil dengan penumpang lain selama sekitar dua jam. Pakai masker sepanjang perjalanan dan tutup mulut dengan siku atau tisu saat batuk. Di kabin, aturan yang sama berlaku; minta tisu atau kantong tambahan ke awak kabin bila persediaan Anda habis.
Mengatur Ulang Jemputan Travel ke Juanda
Jadwal pesawat berubah, jadwal jemputan juga perlu berubah. Di Lintas Jagad Travel, pembatalan gratis paling lambat 8 jam sebelum jadwal, dan perubahan jadwal pada H-1 tidak dikenakan biaya. Begitu Anda memutuskan menunda penerbangan, kabari admin bersamaan dengan saat Anda mengurus tiket.
Kalau penerbangan pengganti jatuh pada jam pagi, admin perlu tahu jam terbang barunya untuk menghitung jam jemput. Penumpang wajib siap 1 jam sebelum jadwal jemput, dan perjalanan ke Juanda lewat tol sekitar 2 jam. Untuk penerbangan subuh, hitungannya ada di jadwal travel subuh untuk penerbangan pagi.
Di layanan reguler, satu mobil diisi hingga 4 penumpang dan berhenti di perjalanan mengikuti kesepakatan kru serta kondisi jalan. Bila Anda berangkat bersama keluarga dan salah satunya sedang sakit, carter drop bandara bisa jadi pilihan karena satu mobil hanya berisi rombongan Anda, tanpa berbagi ruang dengan penumpang lain.
Catatan Kesehatan
Saran perjalanan saat flu bersifat umum dan bukan pengganti nasihat dokter. Kondisi tiap orang berbeda. Bila Anda terkena flu sebelum naik pesawat dan ragu apakah layak terbang, periksakan diri ke dokter sebelum hari keberangkatan.
Sumber yang kami rujuk: rilis Kementerian Kesehatan tentang tren influenza A(H3N2) subclade K (20 Januari 2026), halaman panduan perawatan flu dan CDC Yellow Book bagian perjalanan udara dari CDC, serta PM 185 Tahun 2015 tentang standar pelayanan penumpang kelas ekonomi. Semua dicek pada 25 September 2026.
Kesimpulan
Keputusan saat terkena flu sebelum naik pesawat bisa disederhanakan menjadi tiga langkah. Pertama, cek gejala Anda pada H-2 atau H-1: sudah 24 jam tanpa demam dan membaik berarti umumnya aman berangkat, sedangkan demam, hidung tersumbat berat, atau tanda bahaya berarti tunda.
Kedua, putuskan secepatnya, karena pengembalian tarif dasar turun dari 75% menjadi 10% seiring mendekatnya jam terbang. Ketiga, kalau tetap berangkat, bawa masker cadangan, obat di tas kabin, dan air minum yang cukup.
Jadwal jemputan yang ikut berubah bisa Anda atur ulang lewat layanan antar-jemput Malang–Juanda dari Lintas Jagad Travel.
Jadwal terbang Anda berubah karena flu? Kirim nama pemesan, tanggal dan jam terbang yang baru, serta alamat jemput di Malang, lalu admin akan menyesuaikan jam jemput Anda tanpa biaya pada H-1.
Hubungi Admin lewat WhatsApp 0821-5111-5457